Mengenal UMKM Keripik Raja Singkong: Potensi Usaha Lokal Desa Sukopuro
Dibuat oleh Media KKM Reguler Kelompok 53 Sasana Bhakti
Desa Sukopuro, Jabung — 2026
UMKM Keripik Raja Singkong merupakan salah satu potensi usaha lokal yang berkembang di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Usaha ini dikelola oleh Bapak Kusnadi dan telah berjalan kurang lebih selama dua tahun. Dengan memanfaatkan bahan baku hasil pertanian sendiri serta proses produksi yang khas, UMKM ini mampu menghasilkan produk keripik dengan cita rasa yang digemari masyarakat.
Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), mahasiswa KKM Reguler Kelompok 53 Sasana Bhakti melakukan pendalaman informasi untuk mengenal lebih dekat profil usaha, proses produksi, serta potensi pengembangan UMKM Keripik Raja Singkong sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal desa.
Identitas UMKM
Nama Usaha: Keripik
Raja Singkong
Pemilik: Bapak Kusnadi
Jenis Usaha: Produksi keripik singkong dan olahan umbi
Tahun Berdiri: ± 2 tahun
Alamat: Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa
Timur
Koordinat Lokasi:
Garis Lintang: -7.97205°
Garis Bujur: 112.769742°
Kontak: 0857-1367-7519
(Bu Yuni)
Media Sosial: Belum tersedia
Profil Singkat
Usaha
UMKM Keripik Raja
Singkong awalnya memasarkan produknya secara sederhana melalui kegiatan majelis
dan lingkungan sekitar. Seiring berjalannya waktu, usaha ini mulai dikenal dan
menerima pesanan dari masyarakat, terutama untuk kebutuhan acara hajatan.
Usaha ini merupakan milik pribadi Bapak Kusnadi, yang juga berprofesi sebagai petani ubi di ladang miliknya sendiri. Bahan baku utama singkong diperoleh dari hasil pertanian sendiri, sehingga kualitas dan ketersediaannya relatif terjaga.
Jenis Produk yang
Dihasilkan
UMKM Keripik Raja Singkong memproduksi beberapa jenis olahan umbi, yaitu keripik singkong, keripik pisang, keripik talas, serta keripik pohong (gote).
Harga Produk
Harga produk
bervariasi tergantung jenis dan kebutuhan konsumen. Harga eceran umum berkisar
antara Rp10.000 hingga Rp20.000. Untuk pesanan acara hajatan, harga berada di
kisaran Rp7.000 sampai Rp8.000.
Harga keripik singkong 1 kg adalah Rp40.000, gonjongan Rp35.000, serta gote dan pisang gonjongan seharga Rp50.000.
Proses Produksi
Proses pembuatan
keripik singkong di UMKM ini memiliki keunikan tersendiri. Keripik yang telah
digoreng akan didiamkan selama satu malam, kemudian digoreng kembali dan
dibumbui ulang. Proses dua tahap ini bertujuan untuk menghasilkan warna keripik
yang lebih menarik (kuning) serta cita rasa yang lebih gurih dan renyah.
Aktivitas penggorengan biasanya dilakukan pada malam hari hingga subuh. Apabila pesanan dalam jumlah besar, proses produksi dapat berlangsung dari subuh hingga subuh keesokan harinya. Pada bulan Ramadhan, Bapak Kusnadi juga memanggil tenaga tambahan untuk membantu proses produksi.
Kendala dan
Tantangan
Berdasarkan hasil wawancara, hingga saat ini belum terdapat kendala produksi yang signifikan. Permintaan konsumen masih dapat dipenuhi dengan baik, dan proses produksi berjalan lancar.
Legalitas Usaha
UMKM Keripik Raja Singkong telah memiliki sertifikat halal yang diperbarui setiap lima tahun sekali. Hal ini memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi konsumen dalam mengonsumsi produk yang dihasilkan.
Harapan dan
Pengembangan Usaha
Bapak Kusnadi memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha ini dengan membuka ruko agar pemasaran produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan sumber daya keluarga, di mana anak beliau memilih bekerja di pabrik rokok.
Kesimpulan
UMKM Keripik Raja
Singkong merupakan salah satu potensi ekonomi lokal Desa Sukopuro yang memiliki
peluang besar untuk terus berkembang. Dengan kualitas produk yang baik, proses
produksi yang unik, serta pengelolaan yang konsisten, UMKM ini berpotensi menjadi
produk unggulan desa apabila mendapat pendampingan dan dukungan yang
berkelanjutan.
Mahasiswa KKM Reguler
Kelompok 53 Sasana Bhakti berharap tulisan ini dapat menjadi bahan dokumentasi
sekaligus referensi dalam upaya pengembangan UMKM di Desa Sukopuro.
Komentar
Posting Komentar