Mengenal UMKM Keripik Tempe Pak Hari: Usaha Tradisional yang Bertahan Lebih dari 30 Tahun di Desa Sukopuro


UMKM Keripik Tempe Pak Hari merupakan salah satu usaha kuliner tradisional yang telah lama berdiri dan menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Usaha ini dikelola oleh Bapak Hariyanto, pendatang asal Sukoanyar, yang telah menekuni usaha tempe dan kerupuk sejak tahun 1990 atau kurang lebih selama 30 tahun.

Dengan konsistensi produksi setiap hari tanpa mengenal hari libur, UMKM ini menjadi contoh usaha lokal yang mampu bertahan dan berkembang secara turun-temurun dengan mengandalkan tenaga kerja keluarga.

Identitas UMKM

Nama Usaha: Keripik Tempe Pak Hari
Pemilik: Bapak Hariyanto
Jenis Usaha: Produksi tempe goreng dan kerupuk
Tahun Berdiri: 1990
Alamat: Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Koordinat Lokasi:
Garis Lintang: -7.971557
Garis Bujur: 112.76624°

Kontak: 0813-3538-5489

Profil Singkat Usaha

UMKM Keripik Tempe Pak Hari memproduksi tempe goreng dan kerupuk setiap hari dengan kapasitas produksi yang cukup besar. Dalam satu hari, jumlah tempe goreng yang diproduksi dapat mencapai sekitar 100 kg. Proses produksi dilakukan secara rutin tanpa mengenal tanggal merah, dengan tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari anggota keluarga sendiri.

Proses pembuatan tempe hingga siap jual memerlukan waktu sekitar satu hari dua malam. Ketekunan dan pengalaman panjang menjadi modal utama dalam menjaga kualitas produk.

Sistem Produksi dan Pemasaran

Produk UMKM ini dipasarkan secara langsung di Pasar Blimbing, Kota Malang. Aktivitas penjualan dimulai sejak pukul 01.00 dini hari hingga pukul 05.00 pagi. Selain itu, pemasaran juga dilakukan melalui sistem pemesanan langsung, baik datang ke lokasi produksi maupun melalui komunikasi WhatsApp.

Beberapa pelanggan tetap, seperti warga Dusun Luring, juga kerap memesan produk untuk kebutuhan acara seperti kajian dan kegiatan masyarakat lainnya. Pemasaran tambahan dilakukan melalui pasar pekan (pekan Mawon) sesuai kebutuhan konsumen.

Harga Produk

Harga produk yang ditawarkan cukup terjangkau, antara lain:

  • Tempe (1 kotak besar): Rp24.000

  • Kerupuk: Rp4.000

Estimasi jumlah produksi dan harga dapat menyesuaikan dengan jumlah pesanan konsumen.

Kendala dan Tantangan

Kendala utama dalam proses produksi adalah faktor cuaca yang dapat mempengaruhi kualitas dan proses pengolahan produk. Selain itu, pengelolaan limbah produksi menjadi perhatian tersendiri. Saat ini, limbah dibuang melalui sumur sebagai solusi yang diterapkan oleh pemilik usaha.

Harapan dan Pengembangan Usaha

Bapak Hariyanto menyatakan kesediaannya untuk mengembangkan pemasaran melalui media sosial agar jangkauan pasar menjadi lebih luas. Dengan pengalaman usaha yang panjang dan permintaan pasar yang stabil, UMKM ini memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung dengan pendampingan dan strategi pemasaran yang tepat.

UMKM Keripik Tempe Pak Hari merupakan contoh usaha lokal yang mampu bertahan dalam jangka panjang melalui kerja keras, konsistensi, dan dukungan keluarga. Dengan kapasitas produksi yang besar, jaringan pelanggan tetap, serta pengalaman lebih dari tiga dekade, UMKM ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu produk unggulan Desa Sukopuro.

Komentar