Mengenal UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii: Usaha Produksi Kerupuk Lokal Desa Sukopuro

 

Mengenal UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii: Usaha Produksi Kerupuk Lokal Desa Sukopuro

UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii merupakan salah satu usaha rumahan yang bergerak di bidang produksi kerupuk bawang di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Usaha ini telah berjalan kurang lebih selama tiga tahun dan menjadi salah satu sumber penghidupan bagi pemiliknya, yaitu Bapak Sugi.

UMKM ini memproduksi krecekan kerupuk bawang yang disuplai ke lingkungan sekitar serta melayani pesanan dari masyarakat setempat. Kegiatan produksi dilakukan secara mandiri dan bergantung pada kondisi cuaca, terutama pada proses penjemuran.



Identitas UMKM

Nama Usaha: Kerupuk Bawang Cak Gii
Pemilik: Bapak Sugi
Jenis Usaha: Produksi kerupuk bawang (krecekan)
Lama Usaha: ± 3 tahun
Alamat: Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Koordinat Lokasi:
Garis Lintang: -7.971204°
Garis Bujur: 112.767126°

Kontak: 0857-0640-5689 (Bapak Sugi)
Media Sosial: Belum tersedia

Profil Singkat Usaha

Dalam proses produksinya, UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii mulai beraktivitas sejak pukul 04.30 pagi hingga sore hari. Apabila cuaca dalam kondisi baik, usaha ini mampu memproduksi hingga 50 kg krecekan kerupuk bawang per hari. Namun, ketika cuaca buruk, jumlah produksi akan dikurangi bahkan dapat berhenti sementara karena proses pengeringan tidak memungkinkan.

Produk kerupuk bawang yang dihasilkan kemudian disuplai ke sekitar wilayah Desa Sukopuro dan sekitarnya, serta menerima pesanan langsung dari konsumen.

Sistem Pemasaran

Pada tahun pertama perintisan usaha, pemasaran dilakukan dengan cara berkeliling. Seiring waktu, pemasaran mulai dibantu oleh keluarga dan saat ini lebih banyak dilakukan melalui komunikasi WhatsApp, baik untuk pemesanan maupun distribusi produk.

Harga Produk

Harga kerupuk bawang yang ditetapkan cukup terjangkau, yaitu:

  • Harga eceran: Rp11.000 per ½ kg

  • Harga untuk dijual kembali: Rp10.000 per ½ kg

Kendala dan Tantangan

Selama menjalankan usaha, produksi kerupuk bawang umumnya berjalan dengan lancar. Kendala sempat dirasakan pada masa awal merintis usaha, namun dapat diatasi seiring bertambahnya pengalaman. Faktor utama yang masih menjadi tantangan hingga saat ini adalah kondisi cuaca, yang sangat mempengaruhi proses produksi.

Kunjungan dan Aktivitas Usaha

Kunjungan ke lokasi usaha umumnya dapat dilakukan pada hari Sabtu, karena pada hari tersebut pemilik memiliki waktu luang. Pada hari-hari lainnya, proses produksi dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga tambahan sehingga aktivitas cukup padat.

Harapan Pengembangan Usaha

Pemilik UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii berharap dapat memperoleh informasi dan dukungan terkait bantuan UMKM, seperti bantuan modal atau program pemberdayaan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan usaha agar kapasitas produksi dan pemasaran dapat meningkat.

Kesimpulan

UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii merupakan salah satu potensi usaha lokal Desa Sukopuro yang mampu bertahan dan berkembang selama beberapa tahun terakhir. Dengan konsistensi produksi dan sistem pemasaran yang sederhana namun efektif, usaha ini memiliki peluang untuk terus berkembang apabila mendapatkan pendampingan dan dukungan yang berkelanjutan.

Mahasiswa KKM Reguler Kelompok 53 Sasana Bhakti berharap dokumentasi ini dapat menjadi referensi serta bahan pertimbangan dalam upaya pengembangan UMKM di Desa Sukopuro.

Komentar