UMKM Mastroy Keripik Sayur Pandanrejo merupakan salah satu usaha olahan pangan yang memanfaatkan bahan baku sayuran menjadi produk keripik yang memiliki nilai jual tinggi. Usaha ini dikelola oleh Ibu Sri Handayani dan telah berjalan kurang lebih selama sembilan bulan.
Berawal dari inisiatif mengolah sisa sayuran agar tidak terbuang, UMKM ini berkembang menjadi usaha rumahan yang memproduksi berbagai jenis keripik sayur dan dipasarkan secara rutin ke beberapa toko di wilayah Sukopuro dan Tumpang.
Identitas UMKM
Nama Usaha: Mastroy
Pemilik: Ibu Sri Handayani
Jenis Usaha: Produksi keripik sayur
Lama Usaha: ± 9 bulan
Alamat Usaha: Dusun Pandanrejo, Sukopuro, Kec. Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Pengelolaan Usaha: Dikelola oleh keluarga sendiri dengan bantuan saudara
Sistem Pembayaran: Tunai
Nomor WhatsApp : +62 881-0246-81499
Jenis Produk
UMKM Mastroy memproduksi delapan jenis keripik sayur, yaitu:
- Keripik pare
- Keripik timun
- Keripik labu
- Keripik pepaya
- Keripik lompong
- Keripik manisah
- Keripik jamur
- Keripik wortel
Produk best seller dari UMKM ini adalah keripik timun dan keripik pare.
Kapasitas Produksi
Produksi dilakukan setiap hari dengan total bahan baku sekitar 15 kg per hari, terdiri dari berbagai jenis sayuran. Dalam satu hari, UMKM ini mampu menghasilkan sekitar 15 pcs produk untuk setiap toko, dengan total distribusi ke lima toko per hari.
Kegiatan produksi dan penjualan dilakukan secara rutin setiap hari untuk menjaga ketersediaan produk di pasaran.
Harga Produk
Produk keripik sayur Mastroy dikemas dalam berat 200 gram dengan harga satuan sebagai berikut:
Varian original: Rp10.000
Varian balado pedas: Rp 12.000
Sistem Pemasaran
Pemasaran saat ini masih didominasi secara offline dengan sistem titip jual di toko-toko sekitar Desa Sukopuro dan wilayah Tumpang. Selain itu, promosi mulai dilakukan melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan TikTok menggunakan akun pribadi.
Kendala dan Tantangan
Kendala utama yang dihadapi UMKM Mastroy adalah belum memiliki logo usaha serta belum maksimalnya pemasaran secara online. Hal ini menyebabkan jangkauan pasar masih terbatas pada area sekitar.


Komentar
Posting Komentar