UMKM Keripik Singkong Pak Jumail: Cita Rasa Lokal yang Bertahan 10 Tahun di Sukopuro


UMKM Keripik Singkong Pak Jumail merupakan salah satu usaha makanan tradisional yang telah lama berkembang di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Usaha ini bergerak di bidang produksi keripik aneka umbi dan telah beroperasi selama kurang lebih sepuluh tahun.

Dengan pengalaman yang cukup panjang, UMKM ini mampu bertahan dan memenuhi kebutuhan pasar lokal secara konsisten melalui penjualan harian.


Identitas UMKM

Nama Usaha: Keripik Singkong Pak Jumail

Pemilik: Bapak Jumail

Jenis Usaha: Makanan ringan (keripik)

Lama Usaha: ± 10 tahun

Alamat: Jl. Imam Bonjol RT 27 RW 8, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur


Profil Singkat Usaha

UMKM Keripik Singkong Pak Jumail memproduksi berbagai jenis keripik berbahan dasar umbi-umbian. Dalam kegiatan produksinya, usaha ini terkadang mempekerjakan karyawan, namun pada waktu tertentu proses produksi hanya dibantu oleh istri dan anak pemilik usaha.

Penjualan dilakukan setiap hari dan difokuskan pada pasar lokal. Dalam kondisi normal, sebanyak 100 kg produk dapat habis terjual dalam waktu dua hari, bahkan pada saat permintaan tinggi, produk dapat habis dalam satu hari.


Produk yang Dihasilkan

Adapun produk yang dihasilkan oleh UMKM ini antara lain:

1. Keripik singkong

2. Keripik pisang

3. Keripik jeruk purut

4. Keripik gadung

Produk-produk tersebut telah memiliki label kemasan, sehingga lebih mudah dikenali oleh konsumen.


Harga Produk

Harga jual produk UMKM Keripik Singkong Pak Jumail bervariasi, antara lain:

Harga per bal: Rp175.000

Harga per kilogram: Rp35.000

Harga kemasan kecil: Rp10.000

Penetapan harga disesuaikan dengan jenis kemasan dan kebutuhan konsumen.


Sistem Pemasaran

Hingga saat ini, UMKM Keripik Singkong Pak Jumail belum memanfaatkan pemasaran secara online. Penjualan dilakukan secara langsung dan mengandalkan pelanggan tetap serta distribusi di lingkungan sekitar.


Kendala dan Tantangan

Kendala utama yang dihadapi oleh UMKM ini adalah fluktuasi permintaan pasar, di mana penjualan terkadang ramai dan pada waktu tertentu mengalami penurunan. Namun demikian, ketersediaan bahan baku tergolong lancar dan tidak menjadi hambatan dalam proses produksi.

Selain itu, UMKM ini belum pernah menerima bantuan UMKM, khususnya terkait peralatan produksi seperti alat penggorengan, yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha.



Komentar