UMKM Mendol Crispy D’Lely: Olahan Khas Desa Karangrejo yang Terus Berkembang
UMKM Mendol Crispy D’Lely merupakan salah satu usaha kuliner rumahan yang berkembang di Dusun Karangrejo, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Usaha ini dikelola oleh Ibu Laily Rahmawati dan telah berjalan selama kurang lebih enam hingga tujuh tahun sejak berdiri pada tahun 2019.
Dengan mengangkat olahan khas berbahan dasar tempe dan singkong, UMKM ini berhasil mempertahankan eksistensinya hingga kini dan menjadi salah satu potensi ekonomi lokal desa.
Identitas UMKM
Profil Singkat Usaha
UMKM Mendol Crispy D’Lely merupakan salah satu usaha kuliner lokal Desa Sukopuro yang menunjukkan perkembangan cukup konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Usaha ini dikelola sebagai usaha rumahan dengan manajemen mandiri, namun dalam proses produksinya telah melibatkan beberapa karyawan untuk mendukung kelancaran operasional.
Produksi dan penjualan dilakukan setiap hari dengan sistem menyesuaikan jumlah pesanan konsumen. Dalam satu minggu, UMKM Mendol Crispy D’Lely mampu memproduksi sekitar 700 pcs produk, menunjukkan kapasitas produksi yang stabil dan permintaan pasar yang terus berjalan.
Didukung oleh variasi produk yang beragam serta upaya pemasaran yang terus dikembangkan, UMKM ini memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan memperluas jangkauan pasarnya. Mahasiswa KKM Reguler Kelompok 53 Sasana Bhakti berharap dokumentasi ini dapat menjadi bahan referensi sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal di Desa Sukopuro.
Produk yang Dihasilkan
Produk yang ditawarkan oleh UMKM Mendol Crispy D’Lely cukup beragam, antara lain:
-
Mendol crispy
-
Sambal bawang
-
Sambal geprek
-
Rengginang singkong
Seluruh produk dipasarkan dengan brand “D’Lely” dan dikenal memiliki cita rasa khas serta kualitas yang konsisten.
Harga Produk
Harga produk yang ditawarkan relatif terjangkau dan bersaing, antara lain:
-
Sambal: Rp17.000 – Rp20.000 per satuan
-
Mendol crispy: Rp10.000 – Rp12.000 per satuan
Harga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah pesanan konsumen.
Sistem Pemasaran
Pemasaran produk dilakukan secara offline dan online. Secara offline, produk UMKM ini telah dipasarkan melalui toko oleh-oleh serta beberapa instansi dan lembaga, seperti tingkat kecamatan, Dispora, dan MTs Islamiyah.
Selain itu, pemasaran online mulai dirintis melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, meskipun masih dalam tahap pengembangan dan perlu optimalisasi lebih lanjut.
Kendala dan Tantangan Usaha
Salah satu kendala yang dihadapi UMKM Mendol Crispy D’Lely adalah kualitas bahan baku, khususnya untuk produk sambal. Terkadang bahan baku yang tersedia di pasaran kurang sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Namun, untuk produk mendol crispy, kendala produksi relatif tidak ditemukan.
Selain itu, pemasaran produk juga mengalami pasang surut tergantung pada kondisi permintaan pasar.
.jpeg)

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar